Ketua DPC GMNI MBD Ajak Mahasiswa Bijak Gunakan Media Sosial Jelang Pilkada

 

Tiakur, Pelopor Wiratama
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Maluku Barat Daya, Ridolof Loimalitna, mengingatkan mahasiswa untuk bijak dalam menggunakan media sosial, khususnya di masa menjelang pemilihan kepala daerah.

Hal ini disampaikan Loimalitna kepada Pelopor Wiratama dalam menyampaikan sambutannya pada kegiatan Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) GMNI yang dilaksanakan di ruang peradilan semu Program Studi Ilmu Hukum, Rabu, (2/10/2024).

“Satu hal yang perlu saya sampaikan adalah kita sedang berada dalam proses persiapan pemilihan kepala daerah. Saudara-saudara adalah mahasiswa yang berintelektual, manfaatkan media sosial dengan baik, jangan sebarkan hoaks,” ujar Loimalitna di hadapan para calon anggota baru GMNI.

Ridolof menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga stabilitas informasi di tengah masyarakat. Mahasiswa, sebagai agen perubahan dan kaum intelektual, diharapkan tidak hanya mampu membedakan informasi yang valid dan tidak, tetapi juga ikut serta dalam meluruskan kesalahan informasi yang beredar, terutama di media sosial.

Menurut Ridolof, mahasiswa yang tergabung dalam GMNI harus mampu menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab, terlebih dalam situasi menjelang pemilihan kepala daerah yang rentan disusupi informasi menyesatkan. Ia menekankan bahwa GMNI adalah organisasi yang mencetak kader-kader yang berjiwa nasionalis dan progresif-revolusioner, sehingga kader GMNI harus menjadi contoh yang baik dalam menyebarkan informasi yang benar dan bertanggung jawab.

“Sebagai kader GMNI, kita memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar. Jangan biarkan media sosial menjadi alat untuk memecah belah, tetapi gunakanlah sebagai wadah untuk menyebarkan semangat persatuan,” ujar Ridolof dengan tegas.

Kegiatan PPAB ini menjadi langkah awal bagi calon Bung dan Sarinah GMNI untuk belajar dan berproses bersama dalam memperjuangkan keadilan sosial, nasionalisme, dan gotong royong. Ridolof berharap agar setelah PPAB, para kader dapat terus mengembangkan potensi diri, berpartisipasi aktif dalam organisasi, serta selalu membawa semangat kebersamaan dalam berjuang.

Kegiatan PPAB ini diharapkan menjadi fondasi bagi calon Bung dan Sarinah untuk berproses lebih jauh dalam GMNI, dengan semangat gotong royong dan nasionalisme yang menjadi ciri khas organisasi tersebut. Loimalitna menutup sambutannya dengan menekankan pentingnya proses belajar dan berjuang bersama untuk menciptakan perubahan positif bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan-tantangan di masa mendatang.

“Jangan lupa, perjuangan kita adalah perjuangan kolektif. Belajar, berjuang, dan berpikir kritis adalah modal utama kita dalam membangun masa depan yang lebih baik,” tutupnya. (PW.19)

Related posts